Makhluk Terangkuh Bernama Manusia
Sabtu, 24 September 2022 Satu persatu mahasiswi-atau lebih tepatnya mahasantriwati- meninggalkan ruang ujian dengan wajah berseri-seri, setelah menyelesaikan ujian Fahmul Masmu' atau yang dalam mapel Bahasa Inggris disebut dengan Listening. Begitupun aku, yang juga langsung memasuki asrama yang letaknya kurang lebih hanya 8 keramik dari ruang ujian. "Tadi soal ketiga nomor 1-5 jawabannya laa, na'am, laa, na'am, na'am, kan?" Tanya salah seorang teman, membahas soal-soal yang dijawab dengan kata benar atau salah. "Iya, benar." Jawab yang lainnya. Deg. Detik jam seolah terhenti. Aku mencoba mengingat-ingat jawabanku. Sepertinya tadi aku menjawab nomor satu dengan na'am, yang padahal aku tahu jawabannya laa, bahkan aku sudah menulis poin-poin penting yang kudengar dari sesi Fahmul Masmu' sampai akhir. But why? Ah sudahlah, memang benar kata salah seorang ustadz kami, penyesalan datang di akhir. "Hey! Ma biki? Kamu kenapa?" Tanya...